keluh yang tak teratasi



Allahu akbar... apa aku kuat untuk menghadapi hari ini, masih setengah hari... berat,,, sangat terasa berat... aku mengeluhkan ini padamu Ya Allah,, aku baru mengeluhkan suatu cobaan yang Engkau beri, aku butuh sandaran untuk sakarang, sandaran saat aku tak bisa menahan air mata, sandaran saat aku rapuh dalam sagala hal dihari ini, aku mengeluh padaMu Ya Allah... tempat pelarianku saat ku jatuh adalah dia, namun kini dia menjauh,, ku tak permasalahkan itu, mungkin dia memang sedang disibukkan oleh barbagai tugasnya,, meski aku sangat ingin ditemaninya aku tidak memaksakan diri, ku luapkan semua yang ingin kusampaikan di laptop, meski tidak memberi solusi hanya membantu meringankan beban yang terbendung melewati batas ini.
dikosan,,, aku jadi merasa tidak nyaman dengan keadaaan sekarang, ntah apa yang salah denganku? teh lisna, kenapa? seperti menyimpan marah padaku, bila harus diingat, aku selalu bersedia meminjamkan apapun yang dia butuhkan, meski itu bukan untuknya sendiri, tapi apa yang terjadi pagi ini, saat devi membutuhkan jas lab karena jas lab miliknya dilondri, dia meminta bantuan padaku untuk meminjamkan jas lab dari kaka tingkat yang ada dikosanku, aku berusaha maminjam pada teh lis, dengan harapan bisa meminjamkan, namun jawabannya mengecewakan, bukan karena tidak dipinjamkan, namun bahasanya yang tidak mengenakanku. "ah dibatur mah sok lami, alim" padahal dulu, waktu temannya membutuhkan dan dia meminjam padaku ku pinjamkan, karena kau tidak melihat temannya. aku melihat Kamu! karena aku hargai kamu. Astaghfirullah...
dan menyangkut persahabatanku hari ini, persahabatan membutuhkan pengertian yang sangat mendalam,,, ya... mungkin karena aku sedang diuji dengan berbagai cobaan diahri ini,,, seolah sikap mereka tadi menyakitkanku... karena itu mungkin.... apa aku juga seperti itu pada mereka? terkadang ku bertanya seperti itu... 
kuharap besok akan menjadi hari yang menyenangkan daripada sekarang...




Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

KAMUS CINTA DALAM BAHASA KOREA




Orang yang sedang jatuh cinta punya banyak cara untuk mengungkapkan isi hatinya, dari perbuatan, perkataan apalagi... btw bilang cinta dalam bahasa indonesia udah biasa ya, bilang dalam bahasa sunda, pasti gak aneh lagi.. dalam bahasa inggris apalagi... hehe... kalo dalam bahasa korea gimana nih... bisa terasa klepek-klepek nggak ya,,, (lo pikir ikan apa) hihi,,, 
disini nih bisa kamu temukan kata yang bisa mewakili perasaanmu pada pasanganmu...
bikin pasanganmu tahu perasaan dalam yang kamu miliki terhadapnya lewat kata cinta ala korea,,, bukan hanya boy band yang bisa ng-Trend ala korea.. hehe...
pelajaran pertama:
1.       Ch'ônnun                                                              = pandangan pertama
2.       Ch'ôssarang                                                         = cinta pertama
3.       Kalsaek                                                                 = coklat
4.       Sarang                                                                    = Cinta
5.       Nae Yoja Chin-gu Ga Dwae-O Jullae           = Maukah kau jadi pacarku? 
6.       Nôl kûriwohal gôya                                           = Aku akan merindukanmu
7.       Nôrûl hangsang saranghal gôya                   = Aku akan selalu mencintaimu
8.       Nôl yôljunghanda                                              = aku tergila-gila padamu
9.       Nôl saranghanda                                               = aku cinta padamu
10.    Nôl saranghædo doeni?                                   = bolehkah aku mencintaimu?
11.    Dô mani saranghæ                                            = cintai aku lebih banyak
12.    Nôl joahajiman saranghaji ana                     = aku suka padamu, tapi aku tak mencintaimu lagi
13.    Nôl saranghæssô                                                = aku cinta padamu (dulu).(lampau)
14.    Saranghada                                                         = mencintai (sangat)
15.    Chohada                                                                = suka
16.    Cho-a ha-da                                                          = menyukai
17.    Yônae                                                                     = asmara
18.    Saranghanun                                                       = kekasih
19.    Sarang-su-rop-ge                                                = sayang 
20.    Sarang hae (yo)                                                    = Aku mencintaimu(tambahan yo) (lebih sopan dan penuh penekanan)
21.    사랑 ( sarang )                                                      = cinta
22.    사랑 하다 ( sarang hada )                                 = mencintai. kata ini disebut Verb base ( kata kerja dasar ).
Dalam contoh sederhana :
나는 너를 사랑 하다 ( Naneun neoreul sarang hada )” aku mencintaimu “
23.    사랑해 ( sarang hae ) : kata ini digunakan untuk menyatakan ke akraban ( intimate ). sedangkan halusnya ( polite) adalah 사랑 해요 ( sarang haeyo ).
24.    사랑합니다 ( sarang hamnida ) : mencintai.digunakan dalam kalimat formal -hormat.저는 당신을 사랑합니다 ( jeoneun dangsineul sarang hamnida ) “saya mencintai anda “. Sedangkan dalam kalimat pertanyaan, 사랑합니다 ( sarang hamnida ) dirubah menjadi 사랑합니까? ( sarang hamnika ? )
Catatan :
a.       Huruf akhir ( bachim ) ( b/p ) ketika bertemu dengan ( n ) maka dibaca ( m ).받침 , [p] + [n] / [m]
> [m.n , m.?] / [m.m]
b.       Dalam bahasa korea dikenal ada bahasa pergaulan ( ) dan bahasa halus/hormat ( 존대 ).
25.    사랑 하시다 ( sarang hasida ) adalah bentuk kehormatan ( kromo inggil dlm bahasa jawa ).
26.    사랑 하지 하다 ( sarang haji mot hada ): tidak mampu mencintai
27.    사랑 할수있다 ( sarang hal suitda ) : bisa mencintai
28.    사랑 수없다( sarang hal sueopda ) : tidak bisa mencintai. kata ini adalah bentuk negatif dari sarang hal suitda. Secara umum lebih sering digunakan kata ”사랑 하지 하다 ( sarang haji mot hada ): tidak mampu mencintai.

29.    Mungkin kita juga pernah mendengar kata di bawah ini :
a.    사랑 할수록 ( sarang hal surok ) = semakin mencintai , misalnya ada lagunya Boohwal 사랑 수록, yang liriknya : 너를 사랑하면 수록 ( neoreul saranghamyeon hal surog ) = semakin lama mencintai maka akan semakin sayang.
b.    사랑한 다고 ( sarang han dago ) = ” ( aku bilang) aku mencintamu ” ./ 다고 (-n/neundagoyo) adalah akhiran yang mengulangi pernyataan seseorang . Hal ini dapat digunakan untuk menekankan, menegaskan kembali, atau bila digunakan dalam bentuk pertanyaan, untuk mengkonfirmasi pernyataan sebelumnya.

Beberapa kata tentang cinta lainnya:
1.       사랑에 빠지다 ( sarang ppajida ) = jatuh cinta
2.       사랑을 고백하다 ( sarang gobaek hada )    = pengakuan cinta
3.       첫사랑 ( cheossarang )                                     = cinta pertama
4.       사랑하는 ( sarang haneun )                            = kekasih.
5.       눈먼 사랑 ( nun meon sarang )                      = cinta buta
6.       깊은 사랑 ( kipeun sarang )                            = cinta yang mendalam
7.       없는 ( sarang eopneun )                        = tanpa cinta
8.       사랑스러운 ( sarang sereoun )                       = cinta yang berkesan,
9.       순진한 사랑 ( sonjinan sarang )                    = cinta murni


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



Agar Do’a Dikabulkan
Dalam surat Al Baqarah ayat 183-186, disisipi seruan untuk berdo’a. Allah SWT berfirman :
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mwngabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku,…” (Al Baqarah : 186)
Ayat tersebut menunjukkan betapa pentingnya ibadah do’a. Bahkan ada tiga kelompok yang do’anya tidak akan tertolak:
“Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Pemimpin yang adil. Dan do’a orang yang teraniaya. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulia-Ku dan keagungan-Ku, pasti Aku tolong kamu, walau setelah beberapa waktu.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Do’a adalah bukti rasa cinta seorang hamba kepada Allah SWT, sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya. Hakikat do’a sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari padaNya, ada makna memujiNya, ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia lagi Maha Pemurah. Itu semua menjadi cirri pengabdian dan pengabdian. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, Allah marah padanya.” (HR. Tarmidzi)
Dari Abu Said bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tiada setiap muslim berdo’a dengan suatu do’a, dalam do’a itu tidak ada unsur dosa dan memutuskan tali silaturahim, kecuali Allah pasti memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal; adakalanya disegerakan do’anya baginya, adakalanya disimpan untuk diakhirat kelak, dan adakalanya dirinya dihindarkan dari keburukkan.: para sahabat bertanya: “ Jika kami memperbanyak do’a?” Rasulullah SAW bersabda: “Allah lebih banyak (mengabulkan do’a).” (HR. Ahmad, Bazzar, dan Abu Ya’la)
Adab Berdo’a
A.    Pertama, memakan makanan dan memakai pakaian dari yang halal. Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Seorang laki-laki u=yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tangannya ke langit tinggi-tinggi dan berdo’a : Ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana do’anya bisa terkabul?” (HR.Muslim)

B.     Kedua, hendaknya memilih waktu dan keadaan yang utama, seperti:
Tengah malam, Rasulullah SAW bersabda:
1.      “Keadaan yang paling dekat antara Tuhan dan hambaNya adalah di waktu tengah malam akhir. Jika kamu mampu menjadi bagian yang berdzikir kepada Allah, maka kerjakanlah pada waktu itu.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)
2.      Saat sujud. Rasulullah SAW bersabda: “keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah pada saat seorang sedang bersujud, maka perbanyaklah kalian berdo’a.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)
3.      Ketika adzan. Rasulullah SAW bersabda: “ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan, pinti=u-pintu langit dibuka dan do’a dikabulkan.” (HR. Hakim)
4.      Antara adzan dan iqamat. Rasulullah SAW bersabda: “Do’a antara adzan dan iqamat mustajab, maka berdo’alah.” (HR. Ibnu Hibban dan Abu Ya’la)
5.      Ketika turun hujan. Dari Sahl bin Saad dari Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dan ketika hujan turun.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)
6.      Do’a seseorang untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya. Dari Abu Darda’ berkata: Rasulullah bersabda: “Tiada seorang muslim yang berdoa bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu, kecuali malaikat berkata, bagimu seperti apa yang kamu doakan untuk saudaramu.” (HR. Muslim)

C.    Ketiga, berdo’a menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan.
Dari Salman Al-Farisi berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Pemurah. Dia malu juka ada seseorang yang mengangkat kedua tangannya berdo’a kepadanya.” (HR.Hakim)

D.    Keempat, dengan suara lirih, tidak keras dan tidak terlalu pelan.
Rasulullah SAW bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya Dzat yang kalian ber’doa kepada-Nya tidak tuli dan juga tidak ghaib (alpa).” (HR. Abu Dawud)

E.     Kelima, tidak melampaui batas dalam berdo’a.
Allah SWT berfirman: “berdo’alah kepada Tuhan kalian dengan penuh rendah diri dan takut (tidak dikabulkan). Susungguhnya Dia tidak menyukai orang ynag melampaui batas.” (QS. Al A’raf:55).
Contoh melampaui batas dalam berdo’a adalah ,e,inta disegerakan adzan, atau do’a dalam hal dosa dan memutus silaturahim, dll.

F.      Keenam, rendah diri dan khusyu’.
Allah SWT berfirman: “Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al A’raf:55).
G.    Ketujuh, sadar ketika berdo’a, yakin akan dikabulkan dan benar dalam pengharapan.
Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Berdo’alaj kepada Allah, sedangkan kalian yakin akan dikabulkan do’a kalian. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan do’a dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

H.    Kedelapan, hendaknya ketika berdoa memelas, menganggap besar apa yang dido’akan dan diulang tiga kali.
Ibnu Mas’ud RA berkata: “Adalah Rasulullah SAW juka berdo’a, berdo’a tiga kali. Dan ketika meminta ampun, meminta ampun tiga kali. (HR. Ahmad) Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah satu diantara kalian meminta, maka perbanyaklah atau ulangilah, karena ia sedang meminta kepada Tuhannya. (HR. Ibnu Hibban)

I.       Kesembilan, hendaknya ketika berdo’a dimulai dengan dzikir kepada Allah SWt dan memujiNya dan agar mengakhirinya dengan shalawat atas Nabi SAW.

J.       Kesepuluh, taubatlah dan mengembalikan hak orang yang didzalimi.

Dari Umar bin Khattab RA berkata: “sesungguhnya saya tidak memikul beban ijabah, akan tetapi memikul do’a maka ketika saya telah berupaya dalam berdo’a maka ijabah atau dikabulkan akan bersamanya.”
Ia melanjutkan: “Dengan sikap hati-hati dari apa yang diharamkan Allah SWT akan mengabulkan do’a dan tasbih.”
Dari Abdullah bin Mas’ud RA barkata: “sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan dari orang yang mendengar, melihat, main-main, senda-gurau, kecuali orang yang berdo’a dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati.”
Dari Hudzaifah berkata: “Akan dating suatu zaman, tidak akan selamat pada zaman itu, kecuali orang yang berdo’a dengan do’a seperti orang yang akan tenggelam.”
Demikian pembahasan tentang keutamaan do’a, adab berdo’a dan waktu-waktu yang istijabah. Semoga kesungguhan do’a kita dikabulkan Allah SWT.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



Aplikasi Sel Volta
Banyak peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan proses dari reaksi kimia. Salah satunya adalah adalah reaksi kimia yang bisa menimbulkan energi listrik yang bisa memudahkan manusia dalam melakukan kegiatan, misalnya dalam industri pembuatan baterai, aki, dan lain-lain yang bisa mengantarkan arus listrik, serta hubungan elektrolisis terhadap kehidupan sehari-hari dan industri. Reaksi kimia yang bisa menghantarkan listrik berhubungan sekali dengan sel elektrokimia, karena dalam sel elektrokimia terjadi reaksi antar ion anode dan ion katode yang bisa menghantarkan arus listrik. Dalam sel elektrokimia dibagi menjadi dua yaitu, sel volta dan sel elektrolisis. Sel volta merupakan hasil dari reksi redoks spontan di ubah menjadi energi listrik. Sedangkan sel elektrolisis energi listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi kimia tak spontan.

1.              Penerapan Sel Volta Pada Aki
Aki atau accumulator merupakan sel volta yang tersusun atas elektroda Pb dan PbO, dalam larutan asam sulfat yang berfungsi sebagai elektrolit. Pada aki, sel disusun dalam beberapa pasang dan setiap pasang menghasilkan  2 Volt. Aki umumnya kita temui memiliki potensial sebesar 6 Volt (kecil) sebagai sumber arus sepeda motor dan 12 V (besar) untuk mobil. Aki merupakan sel yang dapat diisi kembali, sehingga aki dapat dipergunakan secara terus menerus. Sehingga ada dua mekanisme reaksi yang terjadi. Reaksi penggunaan aki merupakan sel volta, dan reaksi pengisian menggunakan arus listrik dari luar seperti peristiwa elektrolisa. Mekanisme  reaksi ditampilkan pada Bagan reaksi. Reaksi penggunaan dan pengisian aki.

2.      Penerapan Sel Volta Pada Baterai
Baterai atau sel kering merupakan salah satu sel volta, yaitu sel yang menghasilkan arus listrik, berbeda dengan aki, baterai tidak dapat diisi kembali. Sehingga baterai juga disebut dengan sel primer dan aki dikenal dengan sel sekunder. Baterai disusun oleh Seng sebagai anoda, dan grafit dalam elektrolit MnO2, NH4Cl dan air  bertindak sebagai katoda.
Reaksi yang terjadi pada sel kering adalah :
Sel bahan bakar merupakan bagian dari sel volta yang mirip dengan aki atau baterai, dimana bahan bakarnya diisi secara terus menerus, sehingga dapat dipergunakan secara terus menerus juga. Bahan baku dari sel bahan bakar adalah gas hidrogen dan oksigen, sel ini digunakan dalam pesawat ruang angkasa.

3.              Baterai Nikel-Kadmium
Baterai Nikel-Kadmium merupakan baterai kering yang dapat di isi ulang.
Reaksi sel yang terjadi sebagai berikut:
Anode                 : Cd + 2OH                        → Cd(OH)2 + 2e
Katode                 : NiO2 + 2H2 O + 2e        → Ni(OH)2 + Ni(OH)2 + Cd + NiO2 + 2H2O
  Cd(OH)2                                          → Ni(OH)2
Hasil-hasil reaksi pada baterai nikel-kadmium merupakan zat padat yang melekat pada kedua elektrodenya. Pengisian dilakukan dengan membalik arah aliran electron pada kedua electrode.

4.      Baterai
Perak Oksida Susunan baterai perak oksida yaitu Zn (sebagai anode),  Ag2O (sebagai katode), dan pasta KOH sebagai elektrolit. Reaksinya sebagai berikut:
Anode                  : Zn + 2OH-                        → Zn(OH)2 + 2e
Katode                 : Ag2O + H2O + 2e        → 2Ag + 2OH-
Baterai perak oksida  memiliki potensial sel sebesar 1,5 volt dan bertahan dalam waktu yang lama. Kegunaan baterai jenis ini adalah untuk arloji, kalkulator dan berbagai jenis peralatan elektrolit lainnya.

5.              Sel Bahan Bakar 
Sel bahan bakar merupakan sel yang menggunakan bahan bakar campuran hydrogen dengan oksigen atau campuran gas alam dengan oksigen. Bahan bakar (pereaksi) dialirkan terus menerus. Gas oksigen dialirkan ke katode melalui suatu bahan berpori yang  mengkatalis reaksi dan gas hydrogen dialirkan ke anode.
Anode                  : 2H2 + 4OH                      → 4H2O + 4 e
Katode                 : O2 + 2H2O + 4e             → 4OH- +2H2
  O2                                         → 2H2O
Sel seperti ini biasa di gunakan untuk sumber listrik pada pesawat luar angkasa.



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO



“PENENTUAN TITIK LELEH”



Disusun oleh :
KELOMPOK H
Nama
:
Ade wahyu
1210208003



Cep budi zulkarnaen
1210208017



Deviyanti fajrin
1210208021



Dewi tamilah
1210208023

Hari / tanggal praktikum
:
Rabu, 11 April 2012

Assisten
:
Dadang Muhammad Hasyim, M.Si




LABORATURIUM KIMIA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2012


KATA PENGANTAR

Praktikum Kimia Organik I merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa Pendidikan Kimia semester IV dengan beban 1 SKS. Materi praktikum Kimia Organik I ini merupakan sarana ilustrasi terhadap teori-teori yang telah dipelajari dalam mata kuliah Kimia Organik I.
Sebagai bagian dari kegiatan praktikum, penulis berkewajiban untuk membuat laporan praktikum setiap satu kali praktikum.
Mudah-mudahan laporan akhir praktikum yang penulis buat ini bermanfaat dan menambah wawasan khusus tentang keterampilan diri, namun demikian penulis berharap kritik dan saran yang dapat diberikan terhadap laporan akhir praktikum ini.

Bandung,  20 April 2012


                         Tim Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... 1
DAFTAR ISI.................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
           A.    Latar Belakang.................................................................................... 3
           B.     Tujuan Percobaan.............................................................................. 4
BAB II DASAR TEORI.................................................................................. 5
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN
           A.    Alat....................................................................................................... 8
           B.     Bahan................................................................................................... 9
           C.     Rangkaian alat................................................................................... 9
           D.    Prosedur percobaan.......................................................................... 9
BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
           A.    Analisa data........................................................................................ 11
           B.     Pembahasan....................................................................................... 11
BAB V KESIMPULAN.................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 14



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kebanyakan senyawa organik yang berwujud kristal mempunyai titik leleh cukup rendah sehingga mudah ditetapkan dengan alat sederhana. Kimiawan organik secara rutin menggunakan titik leleh untuk membantu menidentifikasikan senyawa kristal dan untuk mendapat keterangan tentang kemurniannya. Misalnya jika senyawa x yang titik lelehnya tajam dicurigai sama dengan senyawa a yang diketahui, maka kedua senyawa tersebut harus mempunyai titik leleh yang sama. Jika a dilaporkan didalam pustaka memiliki titik leleh yang nyata berbeda dengan hasil pengamatan terhadap x, dapat dipastikan bahwa kedua struktur senayawa tadi tidak sama. Jika selisih titik leleh kedua hanya berbeda beberapa derajat, dapat diperikarakan kedua senyawa sama.
Jika tersedia dalam contoh senyawa a, dengan anda menentukan apakah x sama dengan a, yaitu dengan menentukan titik leleh campuran. Campuran x dan a harus memiliki titik leleh senyawa murinya apabila kedua senyawa tidak sama. Apabila x tidak sama dengan a maka campuran zat akan mempunyai titik leleh lebih rendah dan kisaran leleh yang lebih lebar.
Beberapa jenis radas yang dapat digunakan untuk penetapan titik leleh digambarkan pada gambar 1.jika radas (a) yang digunakan, buatlah gelas pengaduk yang melingkar. Lingkaran harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah diangkat dan di turunkan dalam gelas piala 150 ml. Buatlah pegangan pada salah satu ujungnya. Pengaduk ini berfungsi untuk mempertahankan sebaran panas yang merata. Lubangi sebuah gabus untuk menyisipkan termometer 3600C kemudian dengan pisau yang tajam potong sebagian dari gabus untuk menyisipkan termometer 3600c kemudian dengan pisau yang tajam potong sebagian dari gabus agar guratan pada batang termometer jelas terlihat. Gelas karet dapat digunakan untuk mencegah jatuhnya termometer. Gelas piala perlu diklem dibagian atas untuk mencegah tumpaknya minyak panas. Masukan sekitar 80 ml minyak mineral kedalam gelas piala. Turunkan termometer ke tengah penangas sampai bola berada sekitar 1 cm diatas gelas dan tidak menganggu gerakan gelas pengaduk. Gelas karet pengikat tabung kapiler harus berada diatas permukaan minyak. Kalau tidak, gelang akan memuai dan tabung terlepas dari termometer.

B.     Tujuan Percobaan
Menentukan titik leleh beberapa zat sampel senyawa organik.


BAB II
DASAR TEORI

Titik leleh didefinisikan sebagai temperatur dimana zat padat berubah menjadi cairan pada tekanannya satu atmosfer. Titik leleh suatu zat padat tidak mengalami perubahan yang berarti dengan adanya perubahan tekanan. Oleh karena itu tekanan biasanya tidak dilaporkan pada penentuan titik leleh , kecuali kalau perbedaan dengan tekanan normal terlalu besar. Pada umumnya titik leleh senyawa organic mudah diamati sebab temperatur dimana pelelehan mulai terjadi hampir sama dengan temperatur dimana zat telah meleleh semuanya. Contohnya : suatuzat dituliskan dengan range titik leleh 122,1°- 122,4°C dari pada titik lelehnya 122,2°C.
Jika zat padat yang diamati tidak murni , maka akan terjadi penyimpangan dari titik leleh senyawa murninya. Penyimpangan itu berupa penurunan titik leleh dan perluasan range titik leleh. Misalnya : suatu asam murni diamati titik lelehnya pada temperatur 122,1°C – 122,4°C penambahan 20% zat padat lain akan mengakibatkan perubahan titik lelehnya dari temperatur 122,1°C – 122,4°C menjadi 115°C - 119°C. Rata – rata titik lelehnya lebih rendah 5°C dan range temperatur akan berubah dari 0,3°C jadi 4°C.
Atom-atom unsur alkali terikat dalam struktur terjenjal oleh ikatan logam yang lemah, karena setiap atom hanya mempunyai satu elektron ikatan dan bertambah lemah jika jari –jari bertambah besar. Oleh sebab itu titik leleh berkurang dari atas ke bawah dalam satu golongan. Sedangkan pada unsur halogen yang berada dalam keadaan padat berupa kristal terikat oleh Gaya Van der Waals yang lemah. Gaya ini bertambah jika jari -jari bertambah besar. Oleh sebab itu titik leleh bertambah dari atas ke bawah dalam satu golongan. Titik leleh bargant ung pada kekuatan relatif dari ikatan. Dalam satu golongan unsur transisi dari atas ke bawah kekuatan ikatan bartambah, jadi titik leleh bertambah. Unsur C dan Si yang mempunyai struktur kovalen yang sangat besar mempunyai titik leleh tinggi.
Titik leleh dari gas mulia ditentukan oleh besarnya nomor atom. Semakin besar nomor atom maka titik lelehnya makin tinggi. Itu berarti ikatan Van der Waals sangat lemah. Jadi secara umum titik leleh adalah suhu dimana fase cair dan fase padat dalam keadaan setimbang dimana tekanan luar sama dengan 1 atm. idealnya titik leleh ini berada dalam 1 titik, namun kenyataannya berada dalam suatu rentang tertentu, biasanya antara 0,3 – 0,5 derajat. Hal ini dikarenakan pada zat padat yang akan dilelehkan tersebut, terdapat zat pengotor, atau pada saat terjadi pelelehan zat padat mengurai karena tidak stabil.
Titik leleh ini sangat penting karena merupakan standar untuk:
1.      Identifikasi senyawa yang tidak diketahui. suatu senyawa yang tidak diketahui dapat diidentifikasi dengan menentukan titik lelehnya. titik leleh yamg didapat dari percobaan kemudian dicocokkan dengan literatur yang ada.
2.      Uji kemurnian. senyawa yang telah diketahui namanya untuk lebih meyakinkan bahwa senyawa yang kita miliki benar merupakan senyawa yang dimaksud, bisa dilkukan uji kemurnian dengan uji titik leleh.
3.      Menentukan berat molekul dari suatu senyawa. senyawa yang belum diketahui berat molekulnya namun kita mengetahui titik lelehnya, maka untuk mencari berat molekulnya bisa dilakukan dengan metode rsat.

Dewasa ini telah banyak alat penguji titik leleh yang berkembang dari mulai yang sederhana sampai yang paling modern. diantaranya adalah:
1.      Labu kjeldahl, labu yang berisi cairan tangas bersuhu didih tinggi kemudian dipanaskan diatas pembakar bunsen sambil di aduk-aduk. prinsip utama dari labu kjeldahl ini adalah dengan menggunakan aliran konveksi diharapkan terjadi proses distribus i panas dari sumber ke padatan yang telah dimasukkan ke dalam pipa kapiler sebelumnya.
2.      Alat thiele, memilki prinsip yang sama dengan labu kjeldahl, namun pemanasan dilakukan di atas penangas listrik. sehingga tidak diperlukan pengadukan.
3.      Melting block, prinsip utama dari alat ini adalah menggunakan proses konduksi dari logam untuk penghantaran panas. pada alat ini terdapat dua luabang di bagian atas yang digunakan untuk menaruh pipa kapiler dan termometer, sementar dua lubang disamping digunakan untuk mengamati keadaan padatan yang akan berubah menjadi cairan.
4.      Elektrothermal, merupakan alat yang lebih modern karena pengamatan sangat mudah dilakukan. ketika mulai dan berakhirnya semua padatan mencair maka akan terdengar bunyi alarm. sehingga suhunya dapat di atur, dan pengamatan dilakukan dengan menggunakan kaca pembesar untuk lebih meyakinkan bahwa semua padatan telah menjadi cair.



BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

A.    Alat-alat yang digunakan
No.
Nama Alat
Ukuran
Gambar
Jumlah
1.
Termometer
Skala 100°C

1 buah
2.
Botol semprot
Sedang
1 buah
3.
Klem
Standar
1 buah
4.
Kaki tiga
Standar
1 buah
5.
Kasa
Standar
1 buah
6.
Pembakar spirtus
Standar
1 buah
7.
Tabung reaksi
Besar
1 buah
8.
Gelas reaksi
250cc
1 buah
9.
Statif
-
1 buah



B.     Bahan-bahan yang digunakan
No.
Nama bahan
1.
Batu didih
2.
Air
3.
Naftalena

C.     Gambar Alat
Rangkaian Alat


D.    Prosedur Percobaan
·         kalibrasi termometer
1.
Isikan 10 mL aquades ke dalam  tabung reaksi
2.
Masukkan sedikir batu didih
3.
Simpan di atas pemanggang, panaskan perlahan sampai mendidih
4.
Posisikan thermometer tepat diatas permukaan air yang mendidih
5.
Amati titik didih air dengan barometer

·         penentuan titik leleh naftalena
1.
Timbang 2 gram naftalena, masukkan kedalam tabung reaksi
2.
Masukkan kedalam air sedikit demi sedikit
3.
Pasang thermometer dan panaskan dalam penangas air
4.
Amati naftalena ketika mulai meleleh, catat suhu awalnya
5.
Catat suhu akhir ketika naftalena meleleh seluruhnya




BAB IV
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

A.    Analisa Data
·         Penentuan Titik Leleh Naftalena
Perlakuan
Suhu awal (°C)
Suhu tengah (°C)
Suhu akhir (°C)
Keterangan
Naftalena dimasukkan ke dalam tabung reaksi
29


Naftalena berbentuk bongkahan putih dengan bau khas
Naftalena dipanaskan

50

Naftalena mulai meleleh


59
Naftalena meleleh seluruhnya

B.     Pembahasan
Berdasarkan hasil percobaan, suhu awal melelehnya naftelena adalah 50°C dan meleleh sempurna pada suhu 59°C. Hal ini menunjukan ketidak sesuaian antara data praktik dengan data teoritis. Menurut teori, titik leleh naftalena adalah 80.2°C. hal ini dapat terjadi karena adanya zat pengganggu/ zat asing dalam suatu kisi yang mengganggu struktur Kristal naftalena secara keseluruhan yang memperlemah ikatan-ikatannya, sehingga titik leleh naftalena lebih rendah dari senyawa murninya.
Hal ini dipengaruhi pula oleh katalisator , karena saat naftalena dimasukkan kedalam penangas air panas, titik leleh naftalena adalah 82°C, tidak jauh dari data teoritisnya.
Adapun besar persentase kesalahan yang dapat dihitung dari hasil percobaan titik leleh adalah:
Titik leleh percobaan          = 59°C
Titik leleh referensi             = 80.2°C
% kesalahan                          = 100 %  - x 100%
= 100% - 64.06 %
= 35.93 %


BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa:
Sampel 1 memiliki titik leleh 59ºC, sedangkan berdasarkan handbook titik leleh naftalena yaitu = 80.2ºC.
% kesalahan percobaan yakni 35.93 %


DAFTAR PUSTAKA

Fessenden & Fessenden. 1986. Kimia Organik. Edisi ketiga. Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Raila, Gantina dkk. 2011. Praktikum Kimia Organik I. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO